Tugas Keempat DSS 2008
Dalam jurnal yang ditulis oleh Nina Begičević, Blaženka Divjak, Tihomir Hunjak dari University of Zagreb,Mereka menjelaskan bagaimana membuat model AHP dari implementasi e-learning di kroasia. Ada 4 fase yang digunakan dalam pembuatan keputusan yaitu Intelejen, desain, pemilihan, dan implementasi. Intelejen merupakan proses dimana kita menentukan masalah utama dalam pembuatan keputusan. Setelah menemukan masalah utama lalu proses desain yaitu mengembangkan alternatif dan menetapkan criteria. Setelah itu kita memasuki fase pemilihan dari alternatif yang telah dikembangkan dengan melakukan evaluasi akan alternatif keputusan yang akan diambil. Selanjutnnya adalah implementasi dari keputusan yang diambil. Dengan menggunakan factor analysis kita mendapatkan 5 faktor utama yaitu Human resources, Specific ICT infrastructure, Basic ICT infrastructure, Strategic readiness, dan Legal and formal readiness. Yang nantinya kan digunakan dalam proses AHP menggunakan program, Expert Choice 2000.
Tugas kedua adalah mencari 2 kasus yang menggunakan expert choice sebagai alat pemilihan keputusan. Kasus ini ditulis ohe Oyku Alanby yang berasal dari universitas Istambul Bilgi. Ia ingin memilih diantara 2 software ERP yaitu SAP dan Microsoft AXAPTA. Dengan melihat 3 faktor utama yaitu kaitannya dengan teknologi, penguna dan vendor. Kaitannya dengan teknologi yaitu fleksibilitas, implementasi, kebutuhan system, perubahan yang cepat, system cadangan, dan integrasi dengan internet. Kaitannya dengan pengguna adalah Customization, User Friendly, reporting and analysis features, dan integrasi dengan aplikasi lainnya. Kaitannya dengan vendor adalah after sales support and training, maintenance, biaya, vendor credential, financing options.. Setelah dilakukan pembobotan didapatkan bahwa yang terpilih adalah SAP dengan besar 0.572.
Kasus kedua adalah mengenai pemilihan pemasok untuk kegiatan konstruksi yang dibuat oleh E. Palaneeswaran, S.T. Ng, M. Kumaraswamy, W.H.K. Chan. Pemilihan ini menggunan 5 factor utama yaitu biaya, waktu, kualitas, pelayanan dan risiko dari setiap pemasok. Pemasok yang dipilih karena tidak ingin merusak nama suatu perusahaan maka diganti dengan nama pemasok 1 hingga 3. Dari keseluruhan factor didapatkan bahwa dipilih supplier 1 dengan sistem pembandingan adalah pairwise.
Wuah..berat nih judulnya..
Tapi ternyata penjelasannya gak berat2 banget kok..hehe
Comment by muthiamelia — April 7, 2008 @ 4:24 pm
saya tertarik dengan kasus yg ditulis ohe Oyku Alanby tentang pemilihan ERP, boleh minta artikel dan referensi lengkapnya nggak?
harun_punk@yahoo.com
terima kasih sebelumnya
Comment by ibnu harun — November 12, 2009 @ 3:35 pm